EFEKTIFITAS MODERN DRESSING TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA DIABETES MELITUS TIPE 2
DOI:
https://doi.org/10.38165/jk.v10i1.7Abstract
Luka Diabetes merupaka luka kronis yang susah disembuhakan. Luka diabetes berasal dari komplikasi penyakit diabetes. Luka diabetes sebagian besar dilakukan tindakan amputasi dan memiliki dampak kepada psikologi pasien. Sudah lama perawatan luka menggunakan konvensional yang memiliki kekurangan, seperti: menimbulkan rasa nyeri, menimbulkan luka baru, resiko infeksi lebih tinggi. Metode yang baru teknik perawatan luka  modern dressing dimana luka akan dibuat moisture balance atau lembab karena akan memfasilitasi chemokines dan cytokines untuk pertumbuhan sel pada luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas modern dressing terhadap proses penyembuhan luka diabetes mellitus tipe 2. Jenis penelitian menggunakan Pre-Postest With Control Group Desain terhadap suatu kelompok. Pengambilan sampel menggunakan  accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 15 responden intervensi dan kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, Instrument penelitian yang digunakan lembar observasi Betes-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT). Penelitian dilakukan selama 45 hari. Analisa data yang digunakan adalah uji shapiro-wilk. Data analisa dengan uji statistik Wilcoxon test. Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan skor luka sebelum dan sesudah pada kelompok pada kelompok perlakuan dengan p-value =0.005 (≤ 0.05) dan pada kelompok kontol dengan p-value =1.000 (≥ 0,05). Lalu hasil uji beda antar kelompok dengan p-value=0,001(≤ 0,05).  Jadi dapat disimpulkan bahwa modern dressing memiliki efektifitas terhadap proses penyembuhan luka diabetes bellitus tipe 2.
Kata kunci: Luka, DM Tipe 2, Modern Dressing
Â
Â
Â
ABSTRACT
Diabetic wound are the chronic wounds that are difficult to cure. Diabetic wounds originate from complications of diabetes mellitus. Diabeteic wound are mostly implementation is amputation and have impact on the psychology of patients. Long time a wound treatment has deficiencies, causes pain, raises new wound, high risk of infection. New methods of modern dressing wound care tecniques where wound will be made moisture balance or moiist because it will facilitate chemokines and cytokines for cell growth in wounds. Therefore this study aims to determine the effectiviness of modern dressing on the wound healing process of type 2 diabetes mellitus. This type of research uses the Pre Postest With Control Group Desig for a sampling group conducted at Cirebon Wound Care Center using accidental sampling. The samples was 15 respondents treatments and control. Research instrument used were sheets observation Betes Jensen Wound Assessment Tool. The Study was conducted for 45 days. The data analysis used is the shapiro wilk test and data analysis sattistic with wilcoxon test. The result are obtained before and after in the treatment group with p value=0.005 (≤ 0.05 and in the control group with p value =1.000 (≥ 0,05). Then the result of different test between groups with a p value =0,001(≤ 0,05).The conclusion is a modern dressing has the effectiviness of the wound healing process of type 2 diabtes mellitus.
Kata kunci: Diabetic Wound, Type 2 Diabetes Mellitus, Modern Dressing
References
Priscilla LeMone, Karen M. Burke, Gerene Bauldoff. Buku ajar keperawatan medikal bedah. Vol. 2 Edisi 5. Jakarta: Buku Kedokteran EGC; 2016.
American Diabetes Association. Standards Of Medical Care In Diabetes-2016. Journal of clinical and applied research and education. Amerika. Sup. 3 Vol. 39; tahun Januari 2016. [Diakses tanggal 30 Desember 2018]. Tersedia dari www.diabetes.org/diabetescare
WHO (world Health Oganization). Diabetes fakta dan angka. [Diakses tanggal 24 oktober 2018]. Tersedia dari www.searo.who.int/indonesia/topics/8-whd2016-diabetes-facts-and-numbers-indonesian.pdf
IDF (International Diabetic Federation). Diabetes atlas. Edisi ke 8. Tahun 2017. [Diakses 20 November 2018]
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Hasil utama Riskesdas 2018. [Diakses 6 November 2018]. Tersedia dari www.litbang.kemkes.go.id
L. Branshers, Valentina. Aplikasi klinis patofisiologi pemeriksaan & manajemen.Edisi 2. Jakarta: Buku Kedokteran EGC; 2003.
Rudy Bilous dan Richard Donelly. Buku pegangan diabetes. Jakarta: Bumi Medika; 2014.
Lina Ema Purwanti, Sholihatul Maghfirah. Faktor risiko komplikasi kronis (kaki diabetik) dalam diabetes mellitus tipe 2. The Indonesian Journal Of Health Science. Vol. 7 No. 1; Desember 2016 [Diakses tanggal 3 November 2018]. Tersedia dari : http://jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/TIJHS/article/view/382
Moh Gifari S. Gambaran karakteristik luka dan perawatannya Di Klinik Perawatan Luka Griya Afiat Makassar. Skripsi. Makasar; Universitas Hasanuddin; Febuari 2018. [Diakses tanggal 14 Oktober 2018]. Tersedia dari : http://digilib.unhas.ac.id/
Tandra, Hans. Segala Sesuatu Yang Harus Anda Ketahui Tentang Diabetes Panduan Lengkap Mengenal Dan Mengatasi Diabetes Edisi Kedua dan Paling Komplit [e-book]. Jakarta. Edisi 2; Tahun 2017. [Diakses tanggal 15 Oktober 2018]. Tersedia dari : https://www.amazon.com/Segala-sesuatu-ketahui-tentang-DIABETES/dp/6020334767
LeMone, Priscilla, M. Burke, Karen dan Bauldoff, Gerene. Buku Ajar Keprawatan Medikal Bedah. Jakarta. Edisi 5 Vol. 4; tahun 2016
Maryunani, Anik. Perawatan Luka Modern [Modern Woundcare] Terkini Dan Terlengkap. In Median; 2015.
I Made Sukma Wijaya. Perawatan luka dengan pendekatan multidisiplin [e-book]. Edisi ke-1, Yogyakarta: ANDI (Anggota IKAPI); 2018.
Ronald W. Kartika. Perawatan Luka Kronis dengan Modern Dressing. Wound Care/Diabetic Center, RS Gading Pluit, Jakarta. Vol. 42 no. 7; tahun 2015 [Diakses tanggal 9 oktober 2018]. Tersedia dari : https://www.academia.edu/36224517/Teknik-Perawatan_Luka_Kronis_dengan_Modern_Dressing



