HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI DI SMPN I BARITO TUHUP RAYA
Keywords:
socioeconomic status, nutritional status, adolescent girls, sosial ekonomi, status gizi, remaja putriAbstract
Adolescent girls are considered a vulnerable group to nutritional problems, both undernutrition and overnutrition. The socioeconomic status of the family influences adolescents’ dietary patterns and nutrient intake. However, the relationship between socioeconomic conditions and nutritional status is not always linear, particularly in rural areas with limited food access. This study aimed to determine the extent of the relationship between socioeconomic status and the nutritional condition of adolescent girls at SMPN 1 Barito Tuhup Raya. An analytical observational design with a cross-sectional approach was employed. The sample consisted of 54 adolescent girls selected using a total sampling technique. Socioeconomic status was categorized based on family income (≤ or > IDR 3,500,000). Nutritional status was determined through the calculation of Body Mass Index (BMI). Data were analyzed using the Chi-Square test to examine the relationship between variables. The majority of respondents were from families with low socioeconomic status (59.3%) and had normal nutritional status (63%). Bivariate analysis revealed a significant relationship between socioeconomic level and nutritional condition (p = 0.027). Interestingly, adolescent girls from lower-income families had a higher proportion of normal nutritional status compared to those from higher-income families. The findings indicate that socioeconomic background has a meaningful association with the nutritional condition of adolescent girls. However, family income is not the only determining factor; dietary patterns, eating habits, nutrition literacy, and lifestyle also contribute to adolescents’ nutritional status.
Abstrak: Remaja putri termasuk kelompok yang rentan mengalami masalah gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih. Status sosial ekonomi keluarga turut memengaruhi pola konsumsi dan asupan gizi remaja. Namun, hubungan antara kondisi sosial ekonomi dan status gizi tidak selalu bersifat linier, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses pangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana status sosial ekonomi berhubungan dengan kondisi gizi remaja putri di SMPN 1 Barito Tuhup Raya. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik engan rancangan potong lintang (cross-sectional). Sampel berjumlah 54 remaja putri yang dipilih dengan teknik total sampling. Data status sosial ekonomi dikategorikan berdasarkan pendapatan keluarga (≤ atau > Rp3.500.000). Tingkat status gizi responden ditetapkan melalui perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Mayoritas responden tercatat berasal dari keluarga dengan kondisi sosial ekonomi rendah (59,3%) dan menunjukkan status gizi normal (63%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat sosial ekonomi dan kondisi gizi remaja (p = 0,027). Menariknya, remaja dari keluarga ekonomi bawah justru memiliki proporsi kondisi gizi normal yang lebih tinggi dibandingkan kelompok ekonomi atasHasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara latar belakang sosial ekonomi dan keadaan gizi remaja putri. Namun, pendapatan keluarga bukan satu-satunya faktor penentu. Pola konsumsi, kebiasaan makan, literasi gizi, dan gaya hidup turut memengaruhi status gizi remaja
References
Aswanto, A. R. A., & P. E. (2023). Pengaruh edukasi gizi menggunakan e-booklet terhadap pengetahuan gizi, sikap dan perilaku sarapan remaja. Prosiding Simposium Kesehatan Nasional, 2(1), 228–233.
Chandra, F., & Aisah, A. (2023). Hubungan sosial ekonomi terhadap status gizi remaja putri di SMA Negeri 11 Kota Jambi. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 12(1), 188. https://doi.org/10.36565/jab.v12i1.683
Dewi, W. (2023). Edukasi pintar remaja tentang stunting dalam upaya pencegahan stunting secara dini. Jurnal Kesehatan STIKes Cirebon, 9(1), 45–53. https://doi.org/10.38165/jk.v15i1.415
Handayani, T. Y. (2023). Konsumsi kurma (Phoenix dactylifera) terhadap peningkatan hemoglobin pada remaja dengan anemia. Jurnal Kesehatan STIKes Cirebon, 9(1), 54–61. https://doi.org/10.38165/jk.v15i1.422
Khofifah, N., & Mardiana, M. (2023). Biskuit daun kelor (Moringa oleifera) berpengaruh terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri yang anemia. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 8(1), 43. https://doi.org/10.30867/action.v8i1.614
Kustiyah, L., Dwiriani, C. M., Studi, P., Gizi, S., Tinggi, S., Kesehatan, I., Husada, B., Bogor, K., Barat, J., Masyarakat, D. G., Manusia, F. E., & Barat, J. (2024). Hubungan antara sosial ekonomi, demografi dan kualitas konsumsi pangan dengan status gizi. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 6(1), 31–40.
McLeroy, K. R., Bibeau, D., Steckler, A., & Glanz, K. (1988). An ecological perspective on health promotion programs. Health Education Quarterly, 15(4), 351–377. https://doi.org/10.1177/109019818801500401
Melyani, R., & Alexander, R. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 09 Pontianak tahun 2019. Jurnal Kebidanan, 8(2), 394–403.
Notoatmodjo, S. (2020). Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Ramadhani, I. P., & Ayudia, F. (2018). Hubungan status gizi dan status ekonomi dengan anemia pada remaja putri tahun 2017. Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK), 12(2), 77–83.
Rompas, K. F., Punuh, M. I., Kapantow, N. H., & Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. (2016). Hubungan antara sosial ekonomi keluarga dengan status gizi pada pelajar di SMP wilayah Kecamatan Malalayang 1 Kota Manado. Pharmacon: Jurnal Ilmiah Farmasi-UNSRAT, 5(4), 134–140.
Sari, D. P., Putri, E. M., & Ramadhan, F. (2020). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi pada remaja putri. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 8(1), 21–28.
Sary, Y. N. E. (2021). Hubungan sosial ekonomi orang tua tunggal dengan frekuensi makan dan status gizi remaja. Oksitosin: Jurnal Ilmiah Kebidanan, 8(2), 112–118.
Umriaty, U., Rahmanindar, N., Zukhrufiana, I. R., & Qudriani, M. (2022). Pendidikan gizi dan penilaian status gizi bagi remaja calon ibu sehat sebagai upaya untuk mencegah stunting di SMA Ikhsaniah Kota Tegal. Martabe: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(7), 2532–2537.
Widya, N. P., Pratiwi, D., & Lestari, Y. (2021). Status ekonomi keluarga dan status gizi remaja di Yogyakarta. Jurnal Gizi Kesehatan Indonesia, 3(2), 101–107. https://doi.org/10.14710/jgki.3.2.101-107
Wijaya, K. F. (2024). The influences of peer feedback in improving EFL learners’ writing performances. ELTR Journal, 8(1), 33–45. https://doi.org/10.37147/eltr.v8i1.177
World Health Organization. (2018). Adolescent nutrition: A review of the situation in selected South-East Asian countries. WHO Regional Office for South-East Asia. https://apps.who.int/iris/handle/10665/274364
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

.jpg)


