STATUS GIZI DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRONUTRIEN ANAK STUNTED DAN TIDAK STUNTED 1-3 TAHUN
DOI:
https://doi.org/10.38165/jk.v11i2.206Abstract
Stunted  merupakan gangguan pertumbuhan linier dengan tinggi badan <-2 S.D. sesuai usia, dan jenis kelamin. Kurangnya  asupan  zat  gizi  makronutrien pada  anak  merupakan  salah  satu  masalah  gizi  utama  yang  dapat mempengaruhi pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi dan asupan zat gizi makronutrien anak stunted dan tidak stunted 1-3 tahun. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian berjumlah 634, jumlah sampel anak stunted 75 dan tidak stunted 77, diambil dengan menggunakan metode disproportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dengan pengukuran TB dan BB, serta menggunakan formulir Food Recall 24 Jam. Analisis data secara statistik deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan pada anak stunted indeks B.B/U sebagian besar  (60%) normal, berdasarkan B.B/T.B sebagian besar (70,7%) baik. Pada anak tidak stunted indeks B.B/U sebagian besar (90.9%) normal, berdasarkan  B.B/T.B sebagian besar (84.4%) baik. Asupan zat gizi makronutrien pada anak stunted, yaitu: karbohidrat dan lemak sebagian besar defisit sedang, sedangkan protein defisit ringan. Pada anak tidak stunted, sebagian besar asupan karbohidrat defisit sedang, sedangkan lemak dan protein normal. Berdasarkan hal tersebut  perhatian orang tua terhadap kebutuhan zat gizi makronutrien anak khususnya anak stunted perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, pemberian edukasi pada orang tua oleh tenaga kesehatan penting dilakukan.
Kata Kunci: Anak usia 1-3 tahun, Status gizi, Stunted, Zat gizi makronutrien
Â
Abstract
Stunted is a linear growth disorder with height <-2S.D. according to age, and gender. Lack of intake macronutrient in children is one of the main nutritional problems that can affect growth. This study aims to describe nutritional status and macronutrient intake in stunted and non-stunted children aged 1-3 years. This research design use quantitative descriptive method. Population in  this  study  was  634,  sample size  75  stunted  and  77  non-stunted, taken using disproportionate stratified random sampling method. Collecting data by measurements of height and weight, and using 24-hour Food Recall form. Descriptive statistical data analysis using frequency distribution. The results showed most of the stunted children base on weight/age (60%) normal, based on weight/height most of them (70.7%) normal. In not stunted children base on weight/age mostly (90.9%) normal, based on weight/height mostly (84.4%) normal. Macronutrient intake in stunted children, namely: carbohydrates and fats, mostly had a moderate deficit, while protein had a mild deficit. In non stunted children, most of the carbohydrate intake was moderate deficit, while fat and protein were normal. Based on this, parents attention to macronutrient needs for children especially stunted needs to be increased. Therefore, it is important to provide education to parents by health workers.
Keywords: Children aged 1-3 years, Nutritional status, Stunted, Macronutrient
References
Awad, N., Albalawi, S., Abdulrahman, B., dkk. (2018). Short Stature in Children. 70(January), 228–233.
Diniyyah, S., & Nindya, T. (2017). Asupan Energi , Protein dan Lemak dengan Kejadian Gizi Kurang pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Suci , Gresik. 2017, 341–350. https://doi.org/10.20473/amnt.v1.i4.2017.341-350
Ernawati, F., Prihatini, M., dan Yuriestia, A. (2016). The Profile Of Vegetable - Animal Protein Consumption Of Stunting And Underweight Children Under Five Years Old In Indonesia. 39(2), 95–102.
Hanum, F., Khomsan, A., dan Heryanto, Y. (2014). Hubungan Asupan Gizi Dan Tinggi Badan Ibu Dengan Status Gizi Anak Balita. 9(1), 1–6.
IDAI. (2017). Perawakan Pendek pada Anak dan Remaja di Indonesia. Badan Penerbit Ikatan Dokter Indonesia.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2013). Best Practices in Pediatrics (P. Trihono, M. Djer, Sjakti, T. Hendrarto, & T. Prawistasari, Eds.). Jakarta: IDAI Cabang DKI Jakarta.
Julianingrum, P. (2019). Asupan Gizi Makronutrien Pada Toodler. 11(1), 40–46.
Kementerian Kesehatan, R. (2020). Standar Antopometri Anak. (3), 1–78.
Kusumawati, D. E., dan Ikbal, M. (2017). Gambaran Status Gizi, Tingkat Kecukupan Energi dan Zat Gizi Balita Usia 12-23 Bulan yang Mendapat Penyapihan Dini Di Wilayah Kerja Puskesmas Mamboro. 11(2), 1179–1193.
Mchome, Z., and Bailey, A. (2018). A Child May Be Tall But Stunted. Meanings Attached To Childhood Height In Tanzania. (October 2018), 1–17. https://doi.org/10.1111/mcn.12769
Muhoozi, G. K. M., Kaaya, A. N., Iversen, P. O., et al. (2017). Nutrition, Hygiene, and Stimulation Education To Improve Growth, Cognitive, Language, and Motor Development Among Infants In Uganda : A Cluster †Randomized Trial. (February), 1–11. https://doi.org/10.1111/mcn.12527
Permenkes RI. (2019). Angka Kecukupan Gizi.
Prasetia, E. (2017). Hubungan Pengetahuan Ibu Dan Asupan Karbohidrat Dengan Status Gizi Pada Anak Balita. PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 14. https://doi.org/10.31934/promotif.v7i1.21
Pusparini, Ernawati, F., Arifin, A., dan Prihatini, M. (2019). Anak, Hubungan Lemak dengan Status Gizi Anak Usia 6 Bulan-12 Tahun di Indonesia. 42(1), 41–47.
Sari, F., dan Ernawati, E. (2018). Hubungan Sikap Ibu Tentang Pemberian Makanan Bayi Dan Anak ( PMBA ) Dengan Status Gizi Bayi Bawah Dua Tahun ( Baduta ). 77–80.
Sholikah, A., Rustiana, E. R., dan Yuniastuti, A. (2017). Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita di Pedesaan dan Perkotaan. 2(1), 9–18.
Sirajudin, Suramita, dan Astuti, T. (2018). Survei Konsumsi Pangan (2018th ed.). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Solihin, R., Arwar, F., dan Sukandar, D. (2013). Kaitan Antara Status Gizi, Perkembangan Kognitif, dan Perkembangan Motorik Pada Anak Usia Prasekolah. 36(1), 62–72.
Subarkah, T., dan Rachmawati, P. D. (2012). Pola Pemberian Makan Terhadap Peningkatan Status Gizi Pada Anak Usai 1 – 3 Tahun ( Feeding Pattern Toward the Increasing of Nutritional Status in Children Aged 1 – 3 Years ). 1 (2), 146–154.
Tang, M., Hendrick, A. E., and Krebs, N. (2018). A Meat- or Dairy-Based Complementary Diet Leads to Distinct Growth Patterns in Formula-Fed Infants: A Randomized Controlled Trial. 107, 734–742. https://doi.org/10.1093/ajcn/nqy038
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.