HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR)

Authors

  • Supriyatun Supriyatun Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banjar

DOI:

https://doi.org/10.38165/jk.v8i2.106

Abstract

Faktor sosial ekonomi yang rendah sangat berpengaruh terhadap Berat Bayi Lahir Rendah. Hal ini disebabkan ketidakmampuannya memenuhi kebutuhan gizi yang baik bagi kehamilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status sosial ekonomi dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik asosiatif. Populasi dalam penelitian sebanyak 534 orang. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling dan jumlah sampel sebanyak  84 responden, intrumen pengumpulan data menggunakan lembar checklist, analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis data secara bivariat menggunakan uji chi square. Hasil analisa data menunjukkan status sosial ekonomi responden kategori non keluarga miskin (gakin) sebesar 94% (79 orang) dan kategori gakin sebanyak 6 % (5 orang). Kejadian BBLR sebesar 7,1% ( 6 orang) dan non BBLR 92,8 % (78 orang). Terdapat hubungan Status sosial ekonomi dengan kejadian BBLR dengan r-value sebesar 0,000.

Kata Kunci          : Sosial Ekonomi, BBLR

 

 

 

ABSTRACT

Low socioeconomic factors are very influential on Low Birth Weight Baby. This is due to inability to meet the needs of good nutrition for pregnancy. This study aims to determine the relationship of socioeconomic status with the incidence of Low Birth Weight (LBW).Type of research used in this research is analytic associative. The population in the study as many as 534 people. Determination of the sample using random sampling technique and the number of samples of 84 respondents, data collection instruments using checklist sheets, univariate data analysis using frequency distribution and Chi-square was employed in data analysis.

The result of data analysis shows the socioeconomic status of the respondents of the non-poor category (gakin) by 94% (79 people) and the gakin category by 6% (5 people). LBW incidence of 7.1% (6 persons) and non BBLR 92.8% (78 people). There is a relationship of socioeconomic status with the occurrence of LBW with r-value 0.000.

Keywords: Socioeconomic, LBW

Author Biography

Supriyatun Supriyatun, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banjar

D3 Kebidanan

References

Pramono & Paramita. Pola Kejadian dan Determinan bayi Dengan Berat badan lahir Rendah (BBLR) Di Indonesia. 2015 [Diakses tanggal 10 maret 2015]. Diunduh dari : https://media.neliti.com

Kemenkes. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Badan Litbangkes Kementrian Kesehatan RI; 2015

Dinas Kesehatan Kota Banjar. Profil Kesehatan Kota Banjar. Banjar;2015

Lubis. Pengantar dan Modal Sosial. Medan: Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi USU; 2008

Nasution AZ. Tinjaun Sosial Ekonomi dan Hukum pada Perlindungan Konsumen Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan;2008

Badan Pusat Statistik. Perkembangan Beberapa Indikator Utama Sosial Ekonomi Indonesia. Jakarta: BPS;2015

SPSI Tasik. UMK 2015 Kota dan Kabupaten di Jawa Barat. Tahun….[Diakses tanggal 6 Maret 2015]. Diunduh dari : www.spstasik.org

Aziz dan Hartomo. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Bumi Aksara;2008

Ahmadi Abu. Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta;2007

Depkes RI. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta. 2008

Bappenas, Penanggulangan Kemiskinan. 2004. [Diakses tanggal 10 Maret 2015]. Diunduh dari : www.bappenas.go.id.

Prawirohardjo. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo;2010

Manuaba, IBG. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Jakarta: EGC; 2010

Zulhaida, Status Gizi Ibu hamil Serta Pengaruhnya Terhadap Bayi yang Dilahirkan. 2005. [Diakses tanggal 13 maret 2015]. Diunduh dari : http://tumoutou.net.2005

Downloads

Published

2017-12-23

How to Cite

Supriyatun, S. (2017). HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR). Jurnal Kesehatan, 8(2), 974–980. https://doi.org/10.38165/jk.v8i2.106

Issue

Section

Articles